Sabtu, 13 Oktober 2012

Pengertian Individu, Keluarga, dan Masyarakat

1. INDIVIDU
Individu adallah unit terkecil dalam suatu masyarakat yang mana tidak bisa dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil.Setiap individu dalam masyarakat mempunyai kedudukan dan peranan yang berbeda sehingga memungkinkan untuk saling berkejasama, saling membentuk, saling mendukung unuk mencapai tujuan yang sama.Individu senantiasa berhubungan dengan Individu lainnya.Dalam melakukan hubungan tersebut mereka saling mempengaruhi dan saling menyesuaikan diri sehingga timbul proses sosial. Proses sosial yang terus berlanjut dan teratur akan menyebabkan perubahan sosial budaya dalam kelompok.Setiap individu memepunyai ciri khas yang berbeda dengan individu lainnya seperti bentuk fisik, kecerdasan, bakat, keinginan, perasaan dan memiliki tingkat pemahaman atau arti sendiri dari suatu objek. Jadi individu adalah suatu kondisi internal dari seorang manusia yang berfungsi sebagai subjek,
Manusia selaku individu mempunyai 3 naluri yaitu:
1. Naluri untuk mempertahankan kelangsungan hidup
2. Naluri untuk mempertahankan kelanjutan penghidupan keturunan
3. Naluri ingin tahu dan kepuasan

2.KELUARGA
Keluarga adalah satuan unit terkecil dari masyarakat dimana di dalam sebuah keluarga terdiri dari kepala keluarga dan ada individu-individu yang menjadi anggota sebuah keluarga.Dimana suatu keluarga yang lengkap mempunyai seorang ayah yang berkedudukan sebagai kepala keluaraga, ibu, dan anak sebagai anggota keluarga.Seorang ayah memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan terhadap keluarganya dengan cara mencari nafkah. Seorang ibu mempunyai kewajiban mengurus kebutuhan yang ada pada keluarganya dan anak mempunyai kewajiban patuh kepada orang tuanya dan belajar serta mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari kedua orang tuannya.
Pengertian keluarga menurut para ahli :
1.Menurut Departemen Kesehatan
   Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang     terkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suaatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
2.Menurut Salvinco dan Ara Celis (1989)
   Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabumg karena hubungan darah, hubungan pernikahan dan pengangkatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam peranannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Tugas pokok keluarga sebagai berikut:
a. Pemeliharaan fisik keluarga dan anggotanya
b. Pemeliaraan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga
c. Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing-masing
d. Sosialisai antar anggota keluarga
e. Pengaturan jumlah anggota keluarga
f. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga
g. Penempatan angota-angota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas
h. Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya

3. MASYARAKAT
   Masyarakat adalah suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secaraperseorangan maupun secara kelompok.
Masyarakat Transisi  
1.Masyarakat Transisi adalah mmasyarakat yang mengalami perubahan dari suatu masyarakat kemasyarakat lain. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami trasnsisi kearah kebiasaan kota, yaitu pergeseran dari sektor pertanian ke sektor pedesaan.
2. Ciri-ciri masyarakat Transisi yaitu :
a. Pergeseran dalam bidang pekerjaan, misalnya dari petani menjadi buruh atau karyawan
b. Adanya pergeseran tinggkat pendidikan. Dimana yang tadinya tinggkat pendidikan rendah menjadi sekarang tinggkat pendidikan meningkat.
c. Mengalami perubahan ke arah kemajuan
d. Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemjuan jaman
e. Tinggkat mobilitas masyarakat tinggi
f. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah mempunyai akses ke kota, misalnya jalan raya 

KESIMPULAN

Dari beberapa penjelasan diatas maka dapat saya tarik kesimpulan bahwa Individu adalah manusia atau seorang manusia yang utuh bila mana mempunyai hubungan yang khusus dengan individu lainnya seperti ikatan pernikahan, sedarah, atau adopsi  disebut sebagai keluarga.Sedangkan keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat dalam satu atap dalam keadaan saling keergantungan.

Referensi :
www.wikipedia.com
www.shvoong.com
www.pjjpgsd.dikti.go.id


Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

1.Penduduk

Berikut adalah pengertian penduduk menurut nenerapa ahli:
A. JOHNY PURBA
     Penduduk adalah orang yang sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga     negara dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara dalam waktu tertentu.
B. P.N.H SIMANJUTAK
     Penduduk adalah mereka yang berdomisili atau bertempet tinggal dalam suatu wilayah negara.
C. Dr. KARTOMO
     Penduduk adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah pada waktu tertentu terlepas dari warga negara atau bukan warga negara.
D.TIM MATRIX MEDIA LITERATA
    Penduduk adalah sekumpulan orang yang hidup dalam suatu wilayah geografis.

TEORI TENTANG PENDUDUK
1. Teori Malthus
     Pada tahun 1978 ia menerbitkan buku analisis kependudukan berjudul "Essay on the participle of population" dan mempertahankan pendapatnya bahwa "naturalaw" atau hukum alamiah yang mempengruhi atau menentukan pertumbuhan penduduk menurut Malthus, penduduk akan selalu bertambah lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan bahan makana kecuali terhambat oleh karna apa yang ia sebut sebagai moral restrains, seperti misalnya wabah penyakit atau malapetaka.
2. Teori Transisi Demografi
    Observasi ini digarap sisitematis oleh beberapa ahi demografi asal amaerikaWaren Thompson pada 1929 dan di beri nama hipotesis transisi demografi Thpmpson dak kawan-kawannya terus menghaluskan hipotesisnya secara sisitematis dan sekarang dikenal dengan nama "Theory of the Demografic"Trasition" atau transisi demografik.Teori ini menggambarkan 4 proposi yang saling berhubungan yang dinyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan perubahannya keadaan penduduk.
Tahap 1:Jika angka kematian tinggi sebanding  sebanding dengan angka kelahiran menghasilkan angka pertumbuhan nol.
Tahap 2: Jika angaka kematian menurun tidak disertai dengan penurunan anka kelahiran maka akan menghasilkan angka pertumbuhan positif dan meningkat terus.
Tahap 3:Jika angka kematian terus menurun dan disertei menurunnya angka kelahiran maka akan menghasilkan pertumbuhan positif akan tetapi menurun.
Tahap 4:Jika angka kematian dan angka kelahiran juga rendah, maka hasilnya adalh pertumbuhan yang semakin berkurang yang pada akhirnya mencapai nol.

2.MASYARAKAT



Masyarakat adalah suatu kehiduoan sosial manusia yang menempati wilayah tertentu, yang keteraturannya dalam kehidupan sosialnya telah dimungkinkan karena memiliki pranata sosial yang telah menjadi tradisi dan mengatur kehidupannya. Hal yang terpenting dalam masyarakat adalah pranata sosial, tanpa pranata sosial kehidupan bersama didalam masyarakat tidak mungkin dilakukan secara teratur. Pranata sosial adalah perangkat peraturan yang mengatur peranan serta hubungan antar anggota masyarakat, baik secara perseorangan maupun secara kelompok.


Masyarakat Transisi
1.Pengertian Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suatu masyarakat ke masyarakat lain.Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami trasisi kearah kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor industri.
2.Ciri -ciri Masyarakat Transisi:
a. Adanya pergeseran dalam bidang pekerjaan misalnya dari petani menjadi buruh pabrik atau karyawan.
b. Adanya pergeseran tingkat pendidikan.D imana sebelumnya tingkat pendidikan rendah sekarang mempunyai tingkat pendidikan yang meningkat.
c. Mengalami perubahan kearah kemajuan.
d. Masyarakat sudah terbuka dengan kemajuan jaman
e. Tingkat Mobilitas masyarakat tinggi.
f. Biasanya terjadi kepada masyarakat yang sudah memiliki akses kekota misalnya jalan raya.

3.KEBUDAYAAN   

Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia, ada yang mendefinisikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya manusia menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, sedangkan rasa mewujudkan segala norma dan nilai untuk mengatur kehidupan dan cipta merupakan kemampuan berpikir dan kemampuan mental yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
Unsur-unsur Kebudayaan
Ada beberapa ahli yang menyatakan tentang unsur-unsur kebudayaan diantaranya sebagai berikut :
1.Melville J.Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu :
a. Alat-alat teknologi
b. Sistem ekonomi
c. Keluarga
d. kekuasaan politik
2.Bronislaw Malinowski ada 4 unsur pokok yang meliputi :
a. Sistem norma sosial yang memungkinkan kerjasama antara para aggota masyarakat untuk menyesuaikan diri  dengan alam sekelilingnya.
b. Organisasi ekonomi
c. Alat-alat lembaga atau petugas-petugas untuk  pendidikan
d. Organisasi kekuatan.

KESIMPULAN
Setelah saya membaca pengertian Penduduk, Masyarakt, dan Kebudayaan maka dapat saya simpulkan bahwa ketiganya memiliki hubugan antara yang satu dengan yang lain dimana penduduk adalah orang-orang yang mendiami wilayah tertentu, menetap dalam suatu wilayah tertentu, tumbuh dan berkembang dalam suau wilayah tertentu dan berkemungkinan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut dimana masyarakat itu akan menghasilkan suatu kebudayaan sesuai dengan keadaan alam dan kondisi sosial yang ada di wilayah tersebut.   

Referensi:




PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR
·  Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
·      Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
·  Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah,Psikologi, Geografi dan lain-lain.
·      Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.

Beberapa Pengertian tentang Ilmu Sosial Dasar :
  •  Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dapat dipadukan Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu.
  •  Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang     untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi.
  •  Ilmu Sosial Dasar adalah ilmu pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.


Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
Bahan-bahan dan pembahasan dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dala mmasyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.
2. Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.
Ilmu Sosial Dasar terdiri dari 8 Pokok Bahasan, dari kedelapan pokok bahasan tersebut maka ruang lingkup perkuliahan Ilmu Sosial Dasar diharapkan mempelajari dan memahami adanya : 
1.    Berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan.
2.      Masalah individu, keluarga, dan masyarakat.
3.      Masalah pemuda dan sosialisasi.
4.      Masalah hubungan warga Negara dan negara.
5.      Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
6.      Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan.
7.      Masalah pertentangan sosial dan integrasi.
8.       Pemanfaatan ilmu teknologi untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.


TUJUAN ILMU SOSIAL DASAR
1. Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasa wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang timbul dalam lingkungannya, kkhususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan sosial dapat di pertajam,
2. Membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian seseorang agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan dari setiap anggota golongan terpelajar indonesia , khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lainnya, srta sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain terhadap manusia yang brsangkutan.
3. Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.

KESIMPULAN
Dari beberapa pernyataan diatas maka dapat saya simpulkan bahwa Ilmu Sosial Dasar adalah Ilmu yang bukan dari gabungan dari beberapa ilmu pengetahuan karena tidak memiliki objek dan metode ilmia tersendiri dengan lebih menitiberatkan terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lain.

Referensi:
www.scrib.com
www.baktiwaluyo.wordpress.com
www.oeebudhi.blogspot.com